Sunday Morning “Mlipir-mlipir”

Oleh: Wicaksono Sarosa

Di akhir pekan ini, saya “mlipir2” Kalibata – Cikoko – Pancoran – Perdatam.

Anyway. Ada banyak cerita dari jalan pagi kali ini, dari pedagang kecil yang mencoba mencari nafkah sebisanya, pasar tumpah, hingga warung yang “embedded nicely” dengan pagar kompleks,

Ada juga tentang upaya integrasi transportasi. Di sisi lain, pedagang keliling dengan gerobak mengalami kesulitan untuk bermanuver di tengah keramaian lalu lintas dan miskinnya akomodasi bagi mobiltas pedagang seperti ini.

Ada juga ekspresi kerinduan akan suasana desa nan hijau yang dituangkan ke mural pada sebuah gang di kampung padat tapi relatif bersih dan hijau.

Juga tentang pejalan kaki yang tetap belum prioritas. Trotoar lebar di-blok begitu saja untuk pos proyek LRT yang masih juga belum selesai-selesai, memaksa pejalan kaki harus mlipir jalan besar. Sebagian diberi pembatas beton, tapi ada juga yang sama sekali tanpa pembatas sehingga membahayakan pejalan kaki di saat ramai kendaraan bermotor.

Juga tentang trotoar-trotoar lain yang masih menunggu giliran dapat sentuhan “pedestrianisasi” seperti di beberapa tempat-tempat lain. Semoga ini tidak seperti drama “Menunggu Godot” karya Samuel Beckett, yang ditunggu tidak pernah datang.

Default image
ruangwaktuknowledge
Articles: 34
%d blogger menyukai ini: