Artikel

Blok M, M-nya apa? Mixed-Use

19 October 2026
~5 mnt baca
Blok M, M-nya apa? Mixed-Use

Blok M, Jakarta Selatan, memasuki babak baru melalui rencana transformasi kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD). Sebagaimana dilansir dalam Detiknews (06/10/2026), Blok M dikunjungi lebih dari 25.000 orang setiap hari dari berbagai penjuru kota. Memang, dapat diakui bahwa Kawasan ini memberi kenyamanan melalui keterhubungan aksesnya serta kemampuannya untuk mengakomodasi beragam kegiatan masyarakat (Putri, 2026).

Transformasi Blok M direncanakan melalui lima arah pengembangan meliputi modernisasi terminal, pengembangan kawasan mixed-use, peningkatan konektivitas antarmoda dan akses pejalan kaki, penyediaan destinasi komersial, serta penataan ruang publik yang aman (Ginanjar, 2026). Revitalisasi terminal dan area retail Blok M Hub ditargetkan selesai pada tahun 2029, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan gedung mixed-use pada tahap berikutnya.

Perubahan ini membuka peluang untuk memperkuat peran Blok M yang sejak dulu dikenal sebagai kawasan yang hidup dengan segala hingar-bingarnya. Pengembangan ini menjadi momentum untuk mengkaji bagaimana integrasi berbagai fungsi kawasan dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang hidup, dinamis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas (Nahak, 2021).

Apa yang membuat sebuah kawasan kota benar-benar hidup?

Salah satu upaya untuk menghidupkan kawasan perkotaan adalah melalui penerapan konsep mixed-use. Konsep ini menggabungkan berbagai fungsi kawasan, seperti hunian, perdagangan, rekreasi, dan ruang publik, untuk mendekatkan berbagai kebutuhan masyarakat serta mendukung aktivitas sepanjang hari (Afifah, 2021).

Bangunan Mixed-Use Dengan Pendekatan Highest and Best Use di Jakarta Barat

Sumber: (Harianto, 2022)

 

Salah satu contoh ilustrasi konsep mixed use pada bangunan bertingkat menyediakan ruang hunian dan area komersial, sedangkan kolam renang, taman, serta area duduk terbuka. Dalam rencana Blok M Fase Ultimate, pengembangan kawasan Blok M diarahkan agar lebih terintegrasi, inklusif, dan dinamis melalui konektivitas terminal, stasiun MRT, area komersial, serta jalur pejalan kaki. Integrasi tersebut perlu didukung akses yang aman, nyaman, dan ramah bagi teman-teman difabel, disertai ruang publik yang teduh, bersih, dan memadai untuk berinteraksi (Ginanjar, 2026).

 

Blok M juga memiliki identitas yang terbentuk melalui aktivitas perdagangan, kuliner, hiburan, dan budaya populer. Revitalisasi ini perlu menjaga keberlangsungan aktivitas tersebut di tengah perubahan fisik dan peningkatan nilai kawasan (Wicaksono et al., 2024). Salah satu tantangannya adalah risiko gentrifikasi yaitu kondisi ketika kenaikan nilai lahan dan biaya sewa dapat menekan usaha lama serta menyulitkan pelaku usaha kecil untuk bertahan (Pratiyudha, 2019).

Bagaimana revitalisasi dapat meningkatkan kualitas kawasan tanpa menghilangkan karakter yang membuat Blok M dikenal?

Pengembangan Blok M perlu didukung kebijakan yang menjaga keberlangsungan usaha lokal, menyediakan ruang bagi kegiatan kreatif, dan menjamin akses yang inklusif. Koordinasi antara pemerintah, pengelola transportasi, pengembang, pelaku usaha, komunitas, dan warga sekitar diperlukan dalam perencanaan serta pengelolaan kawasan (Kementrian Ekonomi Kreatif, 2026). Upaya ini dapat mempertahankan keberagaman aktivitas Blok M sekaligus memperluas manfaat pengembangan bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Setiap tahap revitalisasi Blok M perlu memperhatikan integrasi transportasi publik, konektivitas jalur pejalan kaki, ketersediaan ruang terbuka, dan kebutuhan lingkungan sekitar (Winarto, 2026). Pengelolaan setelah pembangunan juga perlu memastikan keamanan, kebersihan, kenyamanan, dan kualitas fasilitas tetap terjaga. Berbagai aspek tersebut menjadi tolok ukur manfaat revitalisasi Blok M sebagai kawasan perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dinamis, dan nyaman untuk beraktivitas.

 

#RuangWaktu #Artikel
Bagikan:

Dipublikasikan Oleh

Tim Redaksi RuangWaktu

Mengkurasi dan menyajikan wawasan mendalam seputar dinamika pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Berdedikasi untuk ruang publik yang lebih baik.


Eksplorasi Lainnya

Ekspansi Data Center di Tengah Krisis Air dan Perubahan Iklim
Artikel
05 Oct 2026

Ekspansi Data Center di Tengah Krisis Air dan Perubahan Iklim

Baca
Kota Masa Depan Dimulai Hari Ini
Artikel
28 Sep 2026

Kota Masa Depan Dimulai Hari Ini

Baca
Bencana Tidak Dapat Dicegah, Tapi Risikonya Dapat Dikurangi
Artikel
11 Sep 2026

Bencana Tidak Dapat Dicegah, Tapi Risikonya Dapat Dikurangi

Baca
Lihat Semua Artikel