Kebijakan work from home/WFH satu hari dalam seminggu bagi ASN dan imbauan bagi sektor swasta yang dikeluarkan melalui Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/III/2026 ini lahir dari isu krisis minyak mentah imbas konflik geopolitik di Timur Tengah.
Kebijakan ini sebenarnya juga mencerminkan persoalan yang sudah lama melekat dalam pola mobilitas harian masyarakat pekerja yang tinggi. Contohnya, di kawasan Jabodetabek, rata-rata waktu perjalanan dari rumah ke tempat kerja dapat memakan waktu sekitar 3 jam untuk pengguna kendaraan pribadi, dan sekitar 2,3 jam bagi pengguna transportasi umum (Both et al., 2013).
Pola pergerakan yang panjang tersebut dalam jangka panjang berdampak langsung pada kesehatan fisik dan mental. Tingkat stres meningkat, kualitas tidur menurun, serta muncul berbagai gangguan kesehatan, mulai dari pernapasan hingga pencernaan, yang dipicu oleh kombinasi kelelahan, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan polusi (Michael et al., 2025; Nadia et al., 2025).
Bagaimana kota mengambil perannya dalam menyehatkan warganya?
Kota memiliki tanggung jawab untuk menyehatkan warganya.
Kota yang sehat bukan hanya dilihat dari fasilitas kesehatannya yang lengkap, melainkan kota yang secara aktif mampu membentuk pola hidup sehat dengan mendorong warganya untuk bergerak, berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum.
Bagaimana caranya?
Krisis BBM dapat dilihat sebagai peluang bagi kota untuk mempercepat transformasi sistem mobilitasnya, seperti penguatan transportasi umum, perluasan dan konektivitas jalur sepeda, serta penyediaan trotoar yang aman dan nyaman, meskipun tentu memerlukan waktu yang panjang untuk menyelesaikannya.
Dengan demikian, pengurangan ketergantungan pada kendaraan pribadi akan berdampak pada penekanan konsumsi BBM sekaligus penurunan tingkat polusi udara dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Refrensi
[1] Ukkonen, A., & Sahimaa, O. (2021). Weight-based pay-as-you-throw pricing model: Encouraging sorting in households through waste fees. Waste management, 135, 372-380 . https://doi.org/10.1016/j.wasman.2021.09.011.
[2] Morlok, J., Schoenberger, H., Styles, D., Gálvez-Martos, J., & Zeschmar-Lahl, B. (2017). The Impact of Pay-As-You-Throw Schemes on Municipal Solid Waste Management: The Exemplar Case of the County of Aschaffenburg, Germany. Resources, 6, 8. https://doi.org/10.3390/resources6010008.
[3] Emmanouil, C., Papadopoulou, K., Papamichael, I., & Zorpas, A. (2022). Pay-as-You-Throw (PAYT) for Municipal Solid Waste Management in Greece: On Public Opinion and Acceptance. Sustainability. https://doi.org/10.3390/su142215429.
[4] Romano, G., & Masserini, L. (2023). Pay-as-you-throw tariff and sustainable urban waste management: An empirical analysis of relevant effects. Journal of environmental management, 347, 119211. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2023.119211.